Hanya ingin mengisi waktu dan indahnya berbagi

Showing posts with label tanah dan kompos. Show all posts
Showing posts with label tanah dan kompos. Show all posts

15 April, 2015

Petani Malas ini mulai bikin ulah lagi

Format Talang Air dari Hidroponik ke Aquaponik
Masih dengan gaya Petani malas, yang maunya menikmati hasil sayur tapi ga mau capek - capek mencangkul. Hidroponik yang sudah di garap sebelumnya di Format ulang. Tantangan di Hidropnik mungkin ada di Ketersediaan Pupuk yang terkandung di dalamnya, jadi tantangannya sudah terlewatkan. Sayur - sayuran semuanya gemuk - gemuk dan rasanya mantap. Tapi ada sisi lain yang agak mengganjal di hati. Pupuknya masih pakai Bahan Kimia (NPK). 

Talang air dibuat berjajar
Googling lagi, ketemu yang namanya Aquaponik. Sistem Aquaponik adalah penggabungan antara Hidroponik (bercocok tanam di air) dan Aquaspace ( berternak ikan).

Kolam Ikan dari Terpal 
Kata para ahlinya, Aquaponik sudah di terapkan pada jaman Aztect (saya belum lahir waktu itu). System ini sangat ramah terhadap lingkungan. Kotoran ikan dan sisa makanan yang tidak diserap akan menjadi Amonia di dalam kolam. Amonia jika dibiarkan akan membunuh ikan (killing me softly). Solusi untuk menghilangkan Amonia berlebihan adalah membersihkan (menguras) air nya dan kemudian digantikan dengan air yang baru. Dengan pergantian air itu, amonia akan berkurang, pH air akan kembali normal.   Namun dengan System Aquaponik ini, kita memanfaatkan filter Fisik (filter Air) dan Filter Biologis (tanaman). Kotoran ikan dan sisa pakan (Amonia) , akan di uraikan oleh Bakteri Nitrobakteri menjadi Nitrogen, dan kemudian menjadi Nitrit. Nitrit ini adalah makan Favorit Tanaman. Makan inilah yang dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh. Pembuangan tumbuhan akan menghasilakan Oksigen, dan oksegen ini diperlukan Ikan untuk bernafas. Jadi bolak ... balik..bolak...balik....bolak..balik sampe pusing.

Perputaran air ini dibantu oleh Pompa air (pompa Aquarium), sehingga mempermudah proses  irigasi dan pemberian pupuk kepada tanaman. Untuk media tanam, sama persis dengan System Hidroponik sehingga peralatan yang dipakai untuk Hidroponik sudah bisa langsung di manafaatkan.
Bibit Ikan Nila, diisi 350 ekor
pH Air 6-7, Netral



Sepintas saya baca di beberapa Forum dan Website, dengan kapadatan ikan yang cukup tinggi di haruskan juga menyiapkan filter biologi yang banyak pula. Dengan Menambahkan log tanaman (media tanam),diharapkan mempercepat proses menurunkan Amonia pada kolam.

Belajar dari pengalaman terdahulu, saya tidak menggunakan talang air (kotak) lagi. Tapi menggunakan pipa PVC (Paralon Bulet), ternyata lebih murah dan mudah setupnya. Pipa saya lobangi dengan jarak 15 cm, dan ujung2nya saya sambungkan dengan pipa yang lainnya. Air mengalir dari pipa ke pipa.















13 August, 2014

Kegagalan dan Keberhasilan... beda tipis

Bibit kangkung di pelapah pisang

Pelapah pisang
mulai mengering
Niatnya untuk menghemat media semai, saya mencoba menggunakan Pelapah Pisang ( Gedebong : Bali / Gedebog : jawa ). Saat awal menyemai bibit kangkung, tidak ada masalah dengan butiran kangkungnya. Ini disebabkan karena pelapah pisangnya masih segar. Ada cadangan air di dalamnya, sehingga muncul kecambah dari bibit kangkungnya. Ada perasaan senang melihat bibit kangkung mengeluarkan kecambah. 
 
Namun seiring waktu, pelapah pisang mulai mengering dan mulai terlihat daun kangkung yang tadinya sudah mulai muncul ikutan mengering. Saya berusaha untuk memberikan Nafas Buatan, berupa siraman air 3 kali sehari. Ternyata usaha itu sia - sia. Daun tetap ikut mengering. Alkisah saya anggap uji coba pelapah pisang GAGAL TOTAL..... saya kembali menggunakan media Rockwool sebagai media semainya. Tantangan untuk semai di pelapah pisang saya kubur dalam - dalam.

Tray isi 50 log penuh dengan bibit
Selada mulai tumbuh daun 2-3 lembar
Kangkung yg mulai tumbuh
Sebenarnya saya sudah melakukan penyemaain dengan menggunakan Rockwool 1 - 2 minggu yang lalu. Dengan Rockwool pembibitan sangat mudah dan media tanam sangat bersih dan enak di pandang. Dan selama ini sih sukses tumbuh dengan menggunakan Rockwool. Bibit yang sukses di semai : Kangkung, Selada dan bayam hijau. Tapi kendalanya harga Rockwool yang lumayan mahal dan harus beli di luar daerah. 
Media lain yang ingin saya coba adalah arang sekam. Sayang belum saya temukan penjual Arang sekam di Denpasar dan sekitarnya. 

Semai dengan menggunakan media
Tanah dan Kompos
Seiring waktu, saya memutuskan mencoba menyemai secara tradisional. Bibit saya semai di media tanam Tanah dan Kompos. Bibit yang saya tanam : Kangkung, Selada, dan Bayam Merah.

Yang pertama tentunya media kompos di siapkan terlebih dahulu, kemudian tanah dengan pupuk kompos dimasukkan ke dalam Tray yang sudah dibersihkan. Tray diisi 3/4 bagian saja, kemudian bibit disebar secara merata. Tutup tipis bibit dengan Tanah Kompos, sehingga tidak terlihat. Jangan terlalu tebal supaya mempermudah pertumbuhan kecambah. Kemudia tutup tray dengan menggunakan Plastik Gelap ( sayang saya lupa memfotonya). Kalau bibit sudah mulai berkecambah, berikan sinar matahari 2-3 setiap hari. Ini bertujuan untuk menghindari etolasi ( Tinggi langsing tapi batang tidak kuat ).

Indahnya berbagi
@MSA
"Jangan Malu Hidup Sederhana"
"jangan malu hidup sederhana"