Hanya ingin mengisi waktu dan indahnya berbagi

Showing posts with label Tani. Show all posts
Showing posts with label Tani. Show all posts

16 March, 2016

Ikan Sidat atau Unagi atau Kulen atau Eel atau Moa atau

Ikan Sidat 

Masih sedikit orang yang tahu apa itu sidat. Di setiap daerah namanya memang berbeda-beda. Ada yang
Ikan Sidat
menyebutnya ikan masapi (Bugis), ikan moa (Betawi), ikan lubang (Sunda), ikan pelus (Lampung), Kulen (Bali) dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.

Jenis Sidat

Sidat Bicolor
7 dari 18 jenis sidat di dunia terdapat di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Bicolor adalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang. 

Sementara itu jenis sidat lain yang yang tak kalah populer adalah dari jenis Marmorata. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso. Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan. 

Sidat Mamorata
Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir. 

Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir. 

Mungkin karena keterbatasan, pemijahan sidat masih terjadi secara alami yang membuat pembudidaya pembesaran sidat tidaklah banyak. Padahal ketersediaan bibit sidat di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam sekali memijah sidat bisa mengeluarkan hingga jutaan telur. Puncak berpijah sidat jenis Bicolor terjadi bulan Mei dan Desember, sedangkan Marmorata di bulan Oktober.

Unagi Kabayaki, Rahasia di Balik Kepintaran, Kekuatan, dan Ketangguhan Orang Jepang

Unagi Kabayaki
Orang Jepang dulu menguasai dunia dengan otot. Dengan kekuatan pasukan tempur dan senjata lengkap, banyak negara yg takluk di bawah jajahan mereka. Sekarang mereka menguasai dunia dengan otak, banyak negara yang memiliki ketergantungan pada teknologi yg diciptakan otak mereka.

Dari segi postur tubuh, orang Jepang dulu pendek2 seolah2 kurang gizi. Karena berpostur pendek dan kecil, bangsa ini dulu sering disebut bangsa “Kate” (pendek kecil). Sekarang, coba perhatikan mereka dari dekat. Banyak yang tingginya sudah melampaui tinggi orang bule sekalipun. Postur yang tinggi dan kuat.

Selain pintar dan berpostur gede, orang Jepang juga terkenal awet muda dan panjang umur, berkulit bersih, punya ketangguhan lebih tinggi dalam melawan berbagai penyakit, serta, berstamina tinggi.

APA RAHASIA di balik semua itu? Rahasianya ternyata Unagi Kabayaki alias ikan sidat (unagi) panggang yang merupakan makanan favorit mereka. Kabayaki adalah istilah umum jepang untuk makanan yang difillet, dibuang tulangnya dan dicelupkan ke dalam kecap manis- saus dasar sebelum dipanggang di atas panggangan.

Pepes Sidat
Ikan sidat (anguilla sp.) yang menjadi bahan utama pembuatan unagi kabayaki dan merupakan ikan asli Indonesia ini dulu banyak terdapat di Jepang (anguilla japonica). Karena menjadi konsumsi utama org Jepang, ketersediaan ikan ini di Jepang lama kelamaan makin berkurang. Mereka kemudian mengimpornya dari Cina. Tapi karena ikan sidat yang diimpor dari cina banyak mengandung magnesium, mereka kemudian memburunya di Indonesia yang merupakan salah satu negara yang mengandung populasi ikan sidat terbesar di dunia.

Ikan sidat sejak lama dikenal sebagai ginseng air”, “emas lunak” dan lain lain, terdapat catatan rincinya pada “Kitab Obat-Obatan Herbal China”, “Kumpulan Obat Ajaib China” dan catatan-catatan kuno lainnya. Ikan sidat dapat meninggalkan hidup di air, daya adaptasinya sangat kuat, dapat hidup di laut, juga dapat hidup di sungai, maupun air tawar.

Timbungan Sidat
Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya kandungan vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A masing-masing adalah 25 kali lipat, 5 kali lipat dan 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) merupakan 9 kali lipat susu sapi. Terutama beberapa tahun belakangan ini ditemukan bahwa ikan sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak, disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai.

Dagingnya yang tebal dan lembut juga kaya protein, kalsium, dan vitamin. Juga, mengandung asam lemak DHA dan EPA yang membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan menstimulasi saraf otak. Hal ini sejalan dengan konsep masakan Jepang yang cenderung memakai bahan segar dan sehat. Jika merasa loyo, mengonsumsi unagi juga dipercaya meningkatkan stamina.



Di sadur dari berbagai Sumber
(bersambung)

15 April, 2015

Petani Malas ini mulai bikin ulah lagi

Format Talang Air dari Hidroponik ke Aquaponik
Masih dengan gaya Petani malas, yang maunya menikmati hasil sayur tapi ga mau capek - capek mencangkul. Hidroponik yang sudah di garap sebelumnya di Format ulang. Tantangan di Hidropnik mungkin ada di Ketersediaan Pupuk yang terkandung di dalamnya, jadi tantangannya sudah terlewatkan. Sayur - sayuran semuanya gemuk - gemuk dan rasanya mantap. Tapi ada sisi lain yang agak mengganjal di hati. Pupuknya masih pakai Bahan Kimia (NPK). 

Talang air dibuat berjajar
Googling lagi, ketemu yang namanya Aquaponik. Sistem Aquaponik adalah penggabungan antara Hidroponik (bercocok tanam di air) dan Aquaspace ( berternak ikan).

Kolam Ikan dari Terpal 
Kata para ahlinya, Aquaponik sudah di terapkan pada jaman Aztect (saya belum lahir waktu itu). System ini sangat ramah terhadap lingkungan. Kotoran ikan dan sisa makanan yang tidak diserap akan menjadi Amonia di dalam kolam. Amonia jika dibiarkan akan membunuh ikan (killing me softly). Solusi untuk menghilangkan Amonia berlebihan adalah membersihkan (menguras) air nya dan kemudian digantikan dengan air yang baru. Dengan pergantian air itu, amonia akan berkurang, pH air akan kembali normal.   Namun dengan System Aquaponik ini, kita memanfaatkan filter Fisik (filter Air) dan Filter Biologis (tanaman). Kotoran ikan dan sisa pakan (Amonia) , akan di uraikan oleh Bakteri Nitrobakteri menjadi Nitrogen, dan kemudian menjadi Nitrit. Nitrit ini adalah makan Favorit Tanaman. Makan inilah yang dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh. Pembuangan tumbuhan akan menghasilakan Oksigen, dan oksegen ini diperlukan Ikan untuk bernafas. Jadi bolak ... balik..bolak...balik....bolak..balik sampe pusing.

Perputaran air ini dibantu oleh Pompa air (pompa Aquarium), sehingga mempermudah proses  irigasi dan pemberian pupuk kepada tanaman. Untuk media tanam, sama persis dengan System Hidroponik sehingga peralatan yang dipakai untuk Hidroponik sudah bisa langsung di manafaatkan.
Bibit Ikan Nila, diisi 350 ekor
pH Air 6-7, Netral



Sepintas saya baca di beberapa Forum dan Website, dengan kapadatan ikan yang cukup tinggi di haruskan juga menyiapkan filter biologi yang banyak pula. Dengan Menambahkan log tanaman (media tanam),diharapkan mempercepat proses menurunkan Amonia pada kolam.

Belajar dari pengalaman terdahulu, saya tidak menggunakan talang air (kotak) lagi. Tapi menggunakan pipa PVC (Paralon Bulet), ternyata lebih murah dan mudah setupnya. Pipa saya lobangi dengan jarak 15 cm, dan ujung2nya saya sambungkan dengan pipa yang lainnya. Air mengalir dari pipa ke pipa.















13 August, 2014

Kegagalan dan Keberhasilan... beda tipis

Bibit kangkung di pelapah pisang

Pelapah pisang
mulai mengering
Niatnya untuk menghemat media semai, saya mencoba menggunakan Pelapah Pisang ( Gedebong : Bali / Gedebog : jawa ). Saat awal menyemai bibit kangkung, tidak ada masalah dengan butiran kangkungnya. Ini disebabkan karena pelapah pisangnya masih segar. Ada cadangan air di dalamnya, sehingga muncul kecambah dari bibit kangkungnya. Ada perasaan senang melihat bibit kangkung mengeluarkan kecambah. 
 
Namun seiring waktu, pelapah pisang mulai mengering dan mulai terlihat daun kangkung yang tadinya sudah mulai muncul ikutan mengering. Saya berusaha untuk memberikan Nafas Buatan, berupa siraman air 3 kali sehari. Ternyata usaha itu sia - sia. Daun tetap ikut mengering. Alkisah saya anggap uji coba pelapah pisang GAGAL TOTAL..... saya kembali menggunakan media Rockwool sebagai media semainya. Tantangan untuk semai di pelapah pisang saya kubur dalam - dalam.

Tray isi 50 log penuh dengan bibit
Selada mulai tumbuh daun 2-3 lembar
Kangkung yg mulai tumbuh
Sebenarnya saya sudah melakukan penyemaain dengan menggunakan Rockwool 1 - 2 minggu yang lalu. Dengan Rockwool pembibitan sangat mudah dan media tanam sangat bersih dan enak di pandang. Dan selama ini sih sukses tumbuh dengan menggunakan Rockwool. Bibit yang sukses di semai : Kangkung, Selada dan bayam hijau. Tapi kendalanya harga Rockwool yang lumayan mahal dan harus beli di luar daerah. 
Media lain yang ingin saya coba adalah arang sekam. Sayang belum saya temukan penjual Arang sekam di Denpasar dan sekitarnya. 

Semai dengan menggunakan media
Tanah dan Kompos
Seiring waktu, saya memutuskan mencoba menyemai secara tradisional. Bibit saya semai di media tanam Tanah dan Kompos. Bibit yang saya tanam : Kangkung, Selada, dan Bayam Merah.

Yang pertama tentunya media kompos di siapkan terlebih dahulu, kemudian tanah dengan pupuk kompos dimasukkan ke dalam Tray yang sudah dibersihkan. Tray diisi 3/4 bagian saja, kemudian bibit disebar secara merata. Tutup tipis bibit dengan Tanah Kompos, sehingga tidak terlihat. Jangan terlalu tebal supaya mempermudah pertumbuhan kecambah. Kemudia tutup tray dengan menggunakan Plastik Gelap ( sayang saya lupa memfotonya). Kalau bibit sudah mulai berkecambah, berikan sinar matahari 2-3 setiap hari. Ini bertujuan untuk menghindari etolasi ( Tinggi langsing tapi batang tidak kuat ).

Indahnya berbagi
@MSA
"Jangan Malu Hidup Sederhana"
"jangan malu hidup sederhana"













22 July, 2014

Gemetar tangan ini memegang dan memotongmu .... ( ah lebay...)

Tak terasa sudah 38 hari saya mencoba menanam Kangkung Hidroponik. Dari mulai pembibitan sampai panen, saya pantengin terus kembang tumbuhnya. Memang kalau baca di manual book mmbah Google, saya terlambat panen 8 hari. Tapi secara umum menanam kangkung kali ini saya anggap sukses. Tapi tetep harus ada catatan yang harus diperbaiki : 
Waktu semai harus di atur supaya bisa panen berkelanjutan
Irigasi diperbaiki, karena talangnya masih ada yg bocor...bocor...bocor (ups ..maaf terbawa suasana tgl 22/07/2014)
Hitungan persentase pupuk dan air harus dihemat
Hidup mati pompa sudah di atur otomatis, sehingga hidup jam 6 pagi, mati jam 6 sore
Pemilihan bibit yang lebih selektif lagi. Salah satu penyebab kegagalan proses penyemaian bibit adalah karena pemilihan bibit yang kurang bagus.
Mulai ada pencatatan day to day pekerjaan 
Dari hasil panen perdana ini, diperoleh kurang dari 1 kilo kangkung dewasa siap santap. Masih ada beberpa potong kangkung untuk hari esok....



Ga seru dong kalau cuma bisa nanam ? harus bisa ngolah juga jadi makanan enak.... Bergerak dari keinginan makan Plecing Kangkung versi Bali, saya kontak kakak saya yg di Singaraja. Alkhisah mendapatkan pendidikan singkat bumbu dan cara masak Plecing Kangkung ala Keluarga Baruna ...
Resep :
Dua buah Tomat
Empat buah cabe besar
Dua belas Cabe Rawit ( sesuai selera, biasanya sih 20)
Terasi bakar
Jeruk Lemo
Garam (secukupnya)
Kecap Raja Rasa (2 sendok teh)
Cara masaknya :
Potong - potong semua bumbu ( tomat, cabe besar, cabe rawit)
Kemudian tumis bumbu2 diatas
Uleg Bumbu+Terasi sampai hancur ( ada juga dengan cara di blender dengan mixer, tp saya pribadi kurang suka)
Bumbu yang sudah hancur kemudian di tumis (goreng) kembali, kemudian tambahkan garam, kecap raja rasa, dan jeruk lemo
Ambil kangkung yang sudah di bersihkan, kemudian masukkan ke dalam air yang sudah mendidih .
Bila sudah matang (sesuai selera), tiriskan airnya dan campurkan bumbu diatas
Selesai .....
Gampang banget khan !!! Rasanya Maknyussssss




Biar tambah semangat "like" ini bila anda suka 
Suksma
@MSA
"Jangan Malu Hidup Sederhana" 



21 July, 2014

Maafkan aku sayang ... selama 6 tahun telah menelantarkan kalian...


Hari minggu (20/07/2014) jam 5 pagi bunyi alarm jam berdering. Kemarin sore saya sepakat dengan Om Sedina ke Singaraja. Om Sedina ini sebenarnya seumuran dengan saya atau lebih tepatnya 2 tahun lebih tua, tapi karena Hirarki keluarga besar mengakibatkan saya memanggil dia Om. Bisa dibilang masa - masa kecil lalui banyak hal bersama Om Sedina, dari main kelereng , mandi di Sungai, main mobil - mobilan dari bambu dan kulit jeruk Bali sampai "Munuh Kopi dan Cengkeh" (Munuh dalam bahasa bali artinya : mencari sisa - sisa Buah Kopi/Cengkeh yang jatuh ketanah karena petani Dewasa sedang melakukan panen). Anak - anak biasanya akan berebutan di bawah petani dewasa dan berharap bisa mendapatkan hasil Munuh yang banyak. Hasil Munuh biasanya akan di timbang dan mendapatkan imbalan sesuai kesepakatan.

Jam 5.30 pagi kita berangkat dari Denpasar ke Singaraja, lalu kita lanjutkan perjalanan dengan sepeda motor menuju Desa Galungan (Singaraja). Udara yang sejuk dan tenang, karena hanya di kelilingi oleh kebun Cengkeh dan Kopi. Pembicaraan terhenti sejenak saat dua ekor Ayam Hutan ( keker - Bali red) melintas dengan cepat menyeberangi jalan yg kita lalui. Takjub dan terkejut bersama dua ayam keker yang sudah menghilang diatara rumput gajah dan belukar.

Om Sedina, saya dan penyakap nya Om Sedina (petani penggarap yg menggarap kebun Om Sedina) melanjutkan ke kebun saya dengan membawa arit (Celurit). Dalam  perjalanan Bape Wilan (penyakapnya Om Sedina) terus memberikan saran dan kritik atas kebun saya. A sampai Z disampaikan. Dari tanahnya, dari semaknya, dari pohonnya, dari pupuknya, sampai mataharinya. Dalam perjalanan saya ngomel (dalam hati), ini kok saya di kritik habis - habisan ya. Semua dibilang jelek, semua kurang bagus, semua dibilang ga pas !!!

Jadi bulan - bulanan kritik, saya semakin panas (dalam hati). Om Sedina tahu banget karakter saya, karena sudah dari kecil kita sering sama - sama. Dia tahu apa yang ada di jalan pikiran saya. Dia malah ikutan mengkritik habis - habisan kebun saya.  

Mungkin sudah dirasa cukup "komporisasi"nya, dia mengajak untuk berangkat ke kebunnya. Mungkin saat itu Om Sedina tersenyum dalam hati...kena lu sekarang !!! Dalam perjalanan ke kebunnya, saya habiskan dengan diam. Hanya melihat - lihat sekeliling, hanya ada pohon dan ilalang. Percakapan dalam perjalanan saya jawab sekenanya. Dalam dalam hati masih sangat panas setelah di kritik habis - habisan.

Motor tua itu berhenti di pinggir sebuah gubuk reot. 
OH MY GOD !!!! 
Sebuah kebun yang sangat indah, rapi, terawat, tanpa sedikit pun rumput tumbuh di sekitar pohon cengkeh ini. Pohon Cengkeh dan Kopi terjejer Sangattt...sangat...sangat rapi. Luar biasa !!!!!
"Om, punya siapa nih ?" tanya saya. "Dia ketawa ngakak.... PUNYAKU !!!! ",jawab Om Sedina penuh kemenangan.

No comment ... no comment...skak mat saya, tidak bisa menjawab sepatah kata. Om dan Penyakapnya benar - benar membuka mata saya, kebun yang sangat indah dari hasil perawatan sederhana dan berkesinambungan. Cantik sekali pohon dan buahnya. Kritik dan sarannya 1.001 % bener. "Dengan perawatan sederhana, bisa menghasilkan buah yang dahsyat" kata bape Wilan.

Dibawah pohon cengkeh, kita bertiga berbicara masalah pertanian, akhir bulan Desember 2014 ini kita akan coba pemupukan pada daun cengkeh. Belum ada yg mencoba cara ini. Penyemprotan menggunakan pompa air bertekanan tinggi, selang air akan dibawa keatas setinggi 15-20 meter. Pupuk akan disemprotkan layaknya hujan di pagi hari.... hmmm...menarik nih.... MBN ( Mainan Baru Nih)

Dari kebun banyak hal yang saya dapatkan sebagai pembelajaran hidup dan keluarga :
Jangan pernah berhenti dan puas dengan hasil yang kita peroleh sekarang, karena belum tentu itu yang terbaik
Jangan Pernah menyia - nyiakan semua yang SUDAH kamu miliki (teman, saudara, keluarga, harta benda) daripada kamu terpaku mencari sesuatu yang BELUM kamu miliki
Nasehat akan datang dari mana saja. Dari anak kecil, dari orang tua, teman, saudara, musuh, dan lain - lain. Cobalah melihat nasehat itu sesederhana mungkin, maka kita akan mendapatkan intisari Nasehat itu
Berani berusaha dan mencoba hal baru, karena mencoba akan memiliki dua jawaban : SUKSES atau GAGAL. Tapi kalau tidak mencoba jawabannya sudah pasti GAGAL
Merima dan Memberi Nasehat akan jauh lebih efektif apabila kita merasakan, melihat, mendengar, dan mengalami langsung masalah itu dibandingkan hanya dari membaca buku literatur. Banyak nasehat kita abaikan hanya karena "EGO" kita
Demikian secuil pengalaman saya....Ibaratnya di Film Mahbharata, Arjuna mendapatkan Nasihat Sri Kresna disaat perang sedang berlangsung. Sayang saya tidak seganteng Aktor Pemeran Arjuna hahahaha ... peace !!!

Salam
@MSA
"Jangan Malu Hidup Sederhana"

16 July, 2014

Pemindahan dari Wick ke NFT


Selama dua minggu ini, saya sudah mencoba untuk menggunakan system Hidroponik Wick. Memang sih kangkungnya tumbuh bagus, tapi kok kurus - kurus ya. 
 
Saya coba googling kelebihan dan kekurangan hidroponik dengan system WICK. Memang wick ini sytem yang paling murah dan sederhana, namun kekurangannya adalah air tidak mengalir sehingga pupuk mengendap di dasar media. Kekurangan lainnya adalah nutirisi hilang tidak bisa kembali.

Dari internet juga saya mencoba cara Semi NFT (Nutrient Film Technique ). Jadi bukan full NFT lho ya.... tapi semi NFT

Kok semi NFT sih ?
Media Talang tidak terus menerus dialiri air + pupuk. Air mengalir pada pagi hari sampai sore hari saja. Bila Pompa Air dimatikan, air + pupuk masih tersisa 3mm dari permukaan talang air. Dasar pot akan tetap terendam air + pupuk, dan akar tanaman tetap mendapatkan nutrisi walaupun air tidak mengalir pada talang air
Saya ikutkan anak - anak dalam proses pemindahan media tanam wick ke NFT. Mereka sih senang - senang aja, cuma memang malah jadi amburadul pindahannya (namanya juga anak - anak). Tapi bukan itu pointnya, yang penting mereka bisa ikutan proses tumbuh kembang tanaman kangkung. Minimal mereka tahu sebuah proses dibutuhkan untuk bisa hidup dan berkembang. 

Sebelumnya peralatan sudah saya siapkan, media tanam dan talang air sudah saya bersihkan supaya tidak ada kotoran dan sumbatan air. Talang saya bersihkan berkali - kali supaya lem pipa hilang  dari pipa.

Kemudian proses pengisian nutrisi pada ember 30 lt, dan pupuk ABMix 1:7:7. Untuk memompa air, saya menggunakan pompa aquarium 35 watt. 

Proses pengairan sudah dilaksanakan sesuai dengan keinginan, dan saya biarkan aliran air selama kurang lebih 30 menit supaya air dan pupuk benar - benar tercampur dengan baik.

Untuk pot tanaman, saya menggunakan Gelas Air Mineral yang sudah dilubangi. Lubang pot bertujuan untuk aliran air dan tumbuh kembang akar tanaman. 
Agar tanaman tetep berdiri tegak, saya menggunakan serpihan - serpihan batu bata diatara rockwoll tanaman. Serpihan batu bata saya pakai dengan asumsi memiliki pH yang netral (6,5), sehingga sangat cocok untuk tumbuh kembang akar tanaman. 

Setelah siap, satu persatu bibit saya masukkan ke dalam lobang talang air yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jarak lubang talang air sekitar 15 cm. Dengan asumsi 1 deret talang air berisi 20 lubang, maka dengan 5 tingkat talang air, saya memiliki 100 lubang media tanaman Hidroponik. Cukup banyak untuk ukuran tempat 4 x 3 meter persegi.

Pengisiian bibit tanaman di  talang air saya lakukan secara bertahap setiap 2 minggu sekali. Proses pembibitan akan dimulai pada minggu ke 2 dan ke 4 tiap bulan. Bibit yang ditanam rencananya kangkung, bayam, selada, dan pakcoy. Dengan pembibitan setiap 2 minggu sekali, saya berharap bisa panen secara berkesinambungan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat - lihat foto yang saya sertakan disini....
Semangat Selalu 
@MSA