Hanya ingin mengisi waktu dan indahnya berbagi

Showing posts with label Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Hidroponik. Show all posts

30 April, 2015

Apakah Aquaponik ?

Akuaponik adalah teknik gabungan antara bertanam secara hidroponik dengan memelihara atau beternak ikan (akuakultur). Seperti kita ketahui bahwa, ketika kita memelihara ikan, jika kotoran yang menumpuk tidak segera dibersihkan dikhawatirkan akan meracuni ikan itu sendiri. Jadi secara rutin airnya harus dibuang dan diganti dengan yang baru. Sama halnya dengan bertanam secara hidroponik, air yang tidak segera diganti, lama kelamaan akan membuat akar membusuk dan nantinya dapat menyebabkan tanaman mati. Dengan semakin menipisnya persediaan air bersih di bumi, tindakan ini bisa jadi pemborosan.

Menurut para peneliti dari Auburn University, ikan hanya mengambil 40-50% gizi dari makanan, sisanya dibuang bersama kotoran. Nah, kotoran ikan ini ternyata dapat menjadi pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman. Jadi prinsip dasar dari akuaponik adalah menggunakan kotoran dan sisa makanan ikan menjadi pupuk bagi tanaman sekaligus menjernihkan air kolam ikan.

Pilihan kita untuk jenis sayuran dan ikan tidak terbatas. Untuk sayuran bisa kita sayuran buah atau sayuran daun. Misalkan sayuran buah di rak paling atas dan sayuran daun di rak paling bawah. Jangan lupa juga untuk fotosintesis tanaman membutuhkan matahari minimal 4-5 jam. Untuk lahan yg di bawah bisa mendapatkan pada pai dan sore. Kalau terlahalang memakai cermin atau pipa cahaya (lihat bahasan pipa cahaya).

Ikan apa saja yang bisa di pakai system Aquaponik ?
Dalam prakteknya, ikan nila merupakan ikan yang paling populer dipilih untuk proyek komersial dan hobi rumahan. Tapi Barramundi, lele, ikan mas, Ikan Mas, Koi, Murray Cod, Silver Perch, Jade Perch, Trout juga digunakan – juga Krustasea air tawar seperti Yabby dan Redclaw.

Disadur dari berbagai Sumber 

Salam
@MSA

13 August, 2014

Kegagalan dan Keberhasilan... beda tipis

Bibit kangkung di pelapah pisang

Pelapah pisang
mulai mengering
Niatnya untuk menghemat media semai, saya mencoba menggunakan Pelapah Pisang ( Gedebong : Bali / Gedebog : jawa ). Saat awal menyemai bibit kangkung, tidak ada masalah dengan butiran kangkungnya. Ini disebabkan karena pelapah pisangnya masih segar. Ada cadangan air di dalamnya, sehingga muncul kecambah dari bibit kangkungnya. Ada perasaan senang melihat bibit kangkung mengeluarkan kecambah. 
 
Namun seiring waktu, pelapah pisang mulai mengering dan mulai terlihat daun kangkung yang tadinya sudah mulai muncul ikutan mengering. Saya berusaha untuk memberikan Nafas Buatan, berupa siraman air 3 kali sehari. Ternyata usaha itu sia - sia. Daun tetap ikut mengering. Alkisah saya anggap uji coba pelapah pisang GAGAL TOTAL..... saya kembali menggunakan media Rockwool sebagai media semainya. Tantangan untuk semai di pelapah pisang saya kubur dalam - dalam.

Tray isi 50 log penuh dengan bibit
Selada mulai tumbuh daun 2-3 lembar
Kangkung yg mulai tumbuh
Sebenarnya saya sudah melakukan penyemaain dengan menggunakan Rockwool 1 - 2 minggu yang lalu. Dengan Rockwool pembibitan sangat mudah dan media tanam sangat bersih dan enak di pandang. Dan selama ini sih sukses tumbuh dengan menggunakan Rockwool. Bibit yang sukses di semai : Kangkung, Selada dan bayam hijau. Tapi kendalanya harga Rockwool yang lumayan mahal dan harus beli di luar daerah. 
Media lain yang ingin saya coba adalah arang sekam. Sayang belum saya temukan penjual Arang sekam di Denpasar dan sekitarnya. 

Semai dengan menggunakan media
Tanah dan Kompos
Seiring waktu, saya memutuskan mencoba menyemai secara tradisional. Bibit saya semai di media tanam Tanah dan Kompos. Bibit yang saya tanam : Kangkung, Selada, dan Bayam Merah.

Yang pertama tentunya media kompos di siapkan terlebih dahulu, kemudian tanah dengan pupuk kompos dimasukkan ke dalam Tray yang sudah dibersihkan. Tray diisi 3/4 bagian saja, kemudian bibit disebar secara merata. Tutup tipis bibit dengan Tanah Kompos, sehingga tidak terlihat. Jangan terlalu tebal supaya mempermudah pertumbuhan kecambah. Kemudia tutup tray dengan menggunakan Plastik Gelap ( sayang saya lupa memfotonya). Kalau bibit sudah mulai berkecambah, berikan sinar matahari 2-3 setiap hari. Ini bertujuan untuk menghindari etolasi ( Tinggi langsing tapi batang tidak kuat ).

Indahnya berbagi
@MSA
"Jangan Malu Hidup Sederhana"
"jangan malu hidup sederhana"













22 July, 2014

Gemetar tangan ini memegang dan memotongmu .... ( ah lebay...)

Tak terasa sudah 38 hari saya mencoba menanam Kangkung Hidroponik. Dari mulai pembibitan sampai panen, saya pantengin terus kembang tumbuhnya. Memang kalau baca di manual book mmbah Google, saya terlambat panen 8 hari. Tapi secara umum menanam kangkung kali ini saya anggap sukses. Tapi tetep harus ada catatan yang harus diperbaiki : 
Waktu semai harus di atur supaya bisa panen berkelanjutan
Irigasi diperbaiki, karena talangnya masih ada yg bocor...bocor...bocor (ups ..maaf terbawa suasana tgl 22/07/2014)
Hitungan persentase pupuk dan air harus dihemat
Hidup mati pompa sudah di atur otomatis, sehingga hidup jam 6 pagi, mati jam 6 sore
Pemilihan bibit yang lebih selektif lagi. Salah satu penyebab kegagalan proses penyemaian bibit adalah karena pemilihan bibit yang kurang bagus.
Mulai ada pencatatan day to day pekerjaan 
Dari hasil panen perdana ini, diperoleh kurang dari 1 kilo kangkung dewasa siap santap. Masih ada beberpa potong kangkung untuk hari esok....



Ga seru dong kalau cuma bisa nanam ? harus bisa ngolah juga jadi makanan enak.... Bergerak dari keinginan makan Plecing Kangkung versi Bali, saya kontak kakak saya yg di Singaraja. Alkhisah mendapatkan pendidikan singkat bumbu dan cara masak Plecing Kangkung ala Keluarga Baruna ...
Resep :
Dua buah Tomat
Empat buah cabe besar
Dua belas Cabe Rawit ( sesuai selera, biasanya sih 20)
Terasi bakar
Jeruk Lemo
Garam (secukupnya)
Kecap Raja Rasa (2 sendok teh)
Cara masaknya :
Potong - potong semua bumbu ( tomat, cabe besar, cabe rawit)
Kemudian tumis bumbu2 diatas
Uleg Bumbu+Terasi sampai hancur ( ada juga dengan cara di blender dengan mixer, tp saya pribadi kurang suka)
Bumbu yang sudah hancur kemudian di tumis (goreng) kembali, kemudian tambahkan garam, kecap raja rasa, dan jeruk lemo
Ambil kangkung yang sudah di bersihkan, kemudian masukkan ke dalam air yang sudah mendidih .
Bila sudah matang (sesuai selera), tiriskan airnya dan campurkan bumbu diatas
Selesai .....
Gampang banget khan !!! Rasanya Maknyussssss




Biar tambah semangat "like" ini bila anda suka 
Suksma
@MSA
"Jangan Malu Hidup Sederhana" 



16 July, 2014

Pemindahan dari Wick ke NFT


Selama dua minggu ini, saya sudah mencoba untuk menggunakan system Hidroponik Wick. Memang sih kangkungnya tumbuh bagus, tapi kok kurus - kurus ya. 
 
Saya coba googling kelebihan dan kekurangan hidroponik dengan system WICK. Memang wick ini sytem yang paling murah dan sederhana, namun kekurangannya adalah air tidak mengalir sehingga pupuk mengendap di dasar media. Kekurangan lainnya adalah nutirisi hilang tidak bisa kembali.

Dari internet juga saya mencoba cara Semi NFT (Nutrient Film Technique ). Jadi bukan full NFT lho ya.... tapi semi NFT

Kok semi NFT sih ?
Media Talang tidak terus menerus dialiri air + pupuk. Air mengalir pada pagi hari sampai sore hari saja. Bila Pompa Air dimatikan, air + pupuk masih tersisa 3mm dari permukaan talang air. Dasar pot akan tetap terendam air + pupuk, dan akar tanaman tetap mendapatkan nutrisi walaupun air tidak mengalir pada talang air
Saya ikutkan anak - anak dalam proses pemindahan media tanam wick ke NFT. Mereka sih senang - senang aja, cuma memang malah jadi amburadul pindahannya (namanya juga anak - anak). Tapi bukan itu pointnya, yang penting mereka bisa ikutan proses tumbuh kembang tanaman kangkung. Minimal mereka tahu sebuah proses dibutuhkan untuk bisa hidup dan berkembang. 

Sebelumnya peralatan sudah saya siapkan, media tanam dan talang air sudah saya bersihkan supaya tidak ada kotoran dan sumbatan air. Talang saya bersihkan berkali - kali supaya lem pipa hilang  dari pipa.

Kemudian proses pengisian nutrisi pada ember 30 lt, dan pupuk ABMix 1:7:7. Untuk memompa air, saya menggunakan pompa aquarium 35 watt. 

Proses pengairan sudah dilaksanakan sesuai dengan keinginan, dan saya biarkan aliran air selama kurang lebih 30 menit supaya air dan pupuk benar - benar tercampur dengan baik.

Untuk pot tanaman, saya menggunakan Gelas Air Mineral yang sudah dilubangi. Lubang pot bertujuan untuk aliran air dan tumbuh kembang akar tanaman. 
Agar tanaman tetep berdiri tegak, saya menggunakan serpihan - serpihan batu bata diatara rockwoll tanaman. Serpihan batu bata saya pakai dengan asumsi memiliki pH yang netral (6,5), sehingga sangat cocok untuk tumbuh kembang akar tanaman. 

Setelah siap, satu persatu bibit saya masukkan ke dalam lobang talang air yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jarak lubang talang air sekitar 15 cm. Dengan asumsi 1 deret talang air berisi 20 lubang, maka dengan 5 tingkat talang air, saya memiliki 100 lubang media tanaman Hidroponik. Cukup banyak untuk ukuran tempat 4 x 3 meter persegi.

Pengisiian bibit tanaman di  talang air saya lakukan secara bertahap setiap 2 minggu sekali. Proses pembibitan akan dimulai pada minggu ke 2 dan ke 4 tiap bulan. Bibit yang ditanam rencananya kangkung, bayam, selada, dan pakcoy. Dengan pembibitan setiap 2 minggu sekali, saya berharap bisa panen secara berkesinambungan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat - lihat foto yang saya sertakan disini....
Semangat Selalu 
@MSA