Hanya ingin mengisi waktu dan indahnya berbagi

Showing posts with label GU. Show all posts
Showing posts with label GU. Show all posts

13 October, 2015

Baru saja sumringah, sudah kena Import China yang memble

IHSG 13-10-2015

Sudah lama ga coret2 di Blog... tapi trading always anytime dan anyware. Lagian khan udah ada autopilot, jadi kalo udah ga sentuh harga yang kita mau... transaksi tidak terwujud (kok jadi ngelantur)

Oke kita mulai...
Setelah 5 hari berturut - turut IHSG sumringah, hari ini terjerambab ke - 3,19% (4.483), penurunan yang cukup tinggi. 

Informasi yang diterima, adanya penurunan Import China (minus 18%) membuat Regional secara serempak memerah seperti kebakaran hutan di Sumatra. Tidak ada yang terlihat hijau di hari ini. Ditambah adanya kemungkinan Mbak Yallen mau naikkan suku Bunga. Tambah panik aja pasar. 

USD VS Poundsterling 
Kemenangan sangat mutlak utk USD karena sudah melewati Support 3 jauh di bawah
USD vs Poundsterling 13-10-2015
Tapi kalau kita mau trading secara Medium Term, Fincial dan Kontruksi sepertinya sangat cocok utk dikoleksi saat ini. Harga yang sudah murah dan perusahaan yang masuk LQ45 sangat cocok utk kita pegang sampai 2016.
  • BCA 
BBCA 13-10-2015
Harga sudah mulai naik > 15%, walaupun hari ini turun -3.17%, over all BCA masih tetap naik diatas 20%
  • Bank Mandiri 
BMRI 13-10-2015
Walaupun Bank Mandiri belum muncul double trap, tapi secara overl all sudah naik > 15%, sinyal bottom sudah muncul, jadi sudah bisa dikoleksi utk tahun depan 
  • Bank BRI 
BBRI 13-10-2015
Terus terang, hari ini saya di bikin Shock sama Bank BRI. Terjerembab di bawah -7% dari harga kemarin. Tapi secara history saya sangat percaya sekali dengan ke Digdayaan BRI. Secara Company sangat sehat dan menjadi Bank terbesar di Indonesia dalam coverage area yang dilayani. Jadi saya ga worry sama BRI 
  • Bank BNI 
BBNI 13-10-2015
Sangat berbeda dengan teman - temannya diatas, memang BNI sedikit kalem naik dan turunnya. Tapi saya suka dengan BNI, karena tidak bikin spot jantung

Oke demikian sedikit sharing dari saya untuk Finance, semoga bermanfaat 

Salam
IMSA.

Untuk investor 
Silahkan di cek email dan Google drive nya disini , Semoga selalu mendapat jalan yang terbaik bulan depan
* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)

FEEL FREE FOR SHARE

05 September, 2015

Wis To...gak Rupiah Aja yang terpuruk, EURO lebih parah tuh...

Poundsterling VS USD - 05-09-2015

Kadang sedikit koreksi adalah hal wajar, jangan selalu menyalahkan Presiden. Lha wong pak SBY prisiden masih banyak yg salahin beliau, Jokowi Presiden masih juga banyak yg marah - marah. Trus yang mau jadi presidennya Sopo ? Jarwo ???? Kerja.. Kerja..Kerja... pesimis mlulu

(Tulisan dibawah saya Sadur dari Mailing List, dan saya bandingkan dengan data yang ada ..ternyata masuk akal)

Banyak para pengamat secara membabi-buta bilang Indonesia saat ini krisis. Pernyataan ini menyesatkan dan tidak fair. Jika alasan jatuhnya rupiah, naiknya harga barang, naiknya tingkat pengangguran serta pertumbuhan ekonomi melemah dijadikan dasar tuduhan bahwa saat ini Indonesia krisis maka itu tidak tepat. Harusnya kalimat yang benar: “Dunia terancam krisis, bukan Indonesia!”

Lihat lah secara jernih: Lha wong Indonesia baik2 saja. Negara lain jauh lebih terguncang. Dimana tergunjangnya Indonesia?
Ini tuduhan2 para pengamat yang menuduh Indonesia saat ini krisis:
  • Tuduhan harga barang melonjak dimana.
Coba lihat data inflasi dari BI, itu Inflasi masih normal. Mungkin anda hidup sebagai kelas menengah kota yang paling kena dampak penarikan subsidi BBM sehingga teriak semua serba mahal. Lha apakah masyarakat yang bawah yang mayoritas (dan serta tidak pakai Medsos) merasa juga barang mahal? Faktanya data inflasi BI masih normal.

Data Inflasi 5 tahun terakhir: saat Agustus 2010 inflasi itu kira 6,2%. Saat ini inflasi sekitar 7,2%. Range inflasi di Indonesia normalnya itu antara 4-8%. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?
  • Tuduhan Rupiah yang dituduh keok terhadap USD.
Rupiah memang jatuh tapi kejatuhan rupiah masih normal dibandingkan negara-negara lainnya. Lihat perbandingan kejatuhan rupiah terhadap USD dibandingkan mata uang lainnya.
Mata uang Rusia, Brazil, Turki, Meksiko, Malaysia, Eropa dalam Euro, Skandinavia, Kanada, Jepang, Korea Selatan itu lebih terpuruk dari pada rupiah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?
  • Tuduhan Tingkat pengangguran yang tinggi dan PHK meledak.
Sampai saat ini dari data statistik yang paling aktual (memang data bulan Juli 2015 belum ada), tingkat pengangguran Indonesia itu relatif rendah dibandingkan tingkat pengangguran negara-negara lain. Turki, Brazil, Kebanyakan Eropa apalagi Spanyol dan juga Perancis, Australia, Belanda, Kanada itu tingkat penganggurannya lebih tinggi dari Indonesia.
Selain itu trend tingkat pengangguran Indonesia turun. Paling tidak jika pertengahan 2014 tingkat penganggurannya 5,94 maka pada awal 2015 turun menjadi 5,81%. Sementara pernah diawal Januari 2010 tingkat pengangguran kita itu pernah 7,87%. Jadi tingkat pengangguran kita masih normal apalagi jika dibandingkan negara lainnya malah tingkat pengangguran Indonesia cukup moderat rendah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?
  • Tuduhan pertumbuhan ekonomi yang turun tidak mencapai target.
Benar tingkat pertumbuhan ekonomi kita dilakukan koreksi dibawah target yang dicanangkan. Hanya saja saat ini seluruh dunia juga pertumbuhannya turun. Jika dibandingkan dengan negara G-20 masih masuk 3 besar terbaik hanya dibawah India dan China. India pertumbuhan ekonomi pada kuartal awal 2015 7,5%, sedangkan Cina 7,0% dan Indonesia 4,8%.
Sementara negara-negara besar G-20 lainnya dibawah Indonesia pertumbuhannya. Untuk lebih fair negara-negara yang sama-saam berkembang seperti Brazil, Turki, Korea Selatan, Mexico, Argentina, itu semua pertumbuhan ekonominya dibawah Indonesia. Meskipun trend pertumbuhan kita relatif turun tapi banyak negara lain selain trendnya turun juga pertumbuhannya lebih rendah dari Indonesia. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

KESIMPULANNYA:

  1. Inflasi: Dalam data inflasi di Indonesia itu inflasi diatas 8% beberapa kali sering terjadi. Saat ini inflasi masih dibawah 8%. Rate rata2 inflasi kita itu normalnya antara 4-8% rentangnya.
  2. Kecuali mata uang rupiah memang itu saat ini lebih jelek sejak pasca krisis 98. Sejak pasca krisis 98 memang baru kali ini pernah menyentuh 14.000. Titik ini perlu diwaspadai tapi tidak perlu panik menganggap kita sedang krisis.
  3. Pengangguran itu angka diatas 2 digit pernah terjadi. Saat ini cuma 5% alias setengah digit! Jadi, sampai hari ini lonjakan pengangguran masih dalam katagori normal.
  4. Pertumbuhan Ekonomi, ini bukan pertumbuhan Ekonomi buruk buat Indonesia pasca reformasi. Memang turun tapi tidak buruk karena kita pernah beberapa tahun tumbuh sekitar 3-4% saja.
Tapi jika ada para pengamat yang menuduh kita ini kena krisis maka itu bukan pengamat melainkan provokator! Data-data yang relevan menunjukkan kinerja ekonomi kita jauh lebih baik dibandingkan dari banyak negara lainnya.

Sebaiknya tindakan para provokator dengan gaya mengatasnamakan masyarakat agar menimbulkan kepanikan harus kita lawan bersama dengan logika dan data yang benar.

Indonesia ini berada dalam track yang benar. Pembangunan berbagai infrastruktur digalakkan, perang terhadap para mafia digalakkan, berbagai pembenahan dilakukan. Ini semua butuh waktu sehingga kita sebagai bangsa bisa memetik hasilnya. Tentu saja kritik harus dilakukan demi membuat pembangunan ini semakin baik.

Tetapi jika saat kita membangun justru diganggu oleh agitasi massif dari para provokator atas nama kepentingan kelompoknya baik kelompok politik atau malah suruhan para mafia yang bisnisnya saat ini sedang diperangi oleh pemerintah, maka adalah tugas kita bersama untuk melawan para provokator yang sering sekali memberikan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan.

Salam 
@IMSA

21 May, 2015

Prakiraan GBP/USD: Melewati Support Fib 23,6%, Menjelang Risalah BOE



GBP/USD jatuh ke rendah intraday 1,5445 pada hari Selasa setelah IHK Inggris pada bulan April mencetak  level di bawah nol untuk pertama kalinya sejak tahun 1960. Angka IHK itu sejalan dengan laporan inflasi kuartalan BoE yang dirilis pekan lalu, yang menyatakan kemungkinan inflasi jatuh  di level bawah  nol. Angka bulanan inflasi mengarah pada perlambatan. Penurunan diperpanjang pada sesi Amerika setelah data AS menunjukkan  tertinggi untuk perumahan dan izin bangunan di multi tahun.

Fokus saat adalah meeting BOE dan meeting The Fed. Meeting BOE kemungkinan untuk menampilkan semua pembuat kebijakan tetap mendukung mempertahankan suku bunga pada rekor terendah. Selain itu, BOE cenderung menginformasi sentimen serupa pada laporan inflasi BOE pekan lalu.

Pasangan ini saat ini diperdagangkan di 1,5504; di bawah retracement fib 23,6% dari 1,4564-1,5813 di 1,5519, setelah berakhir di bawah yang sama di sesi sebelumnya. Pasangan ini juga mengakhiri sesi sebelumnya di bawah retracement Fib 38,2% dari downtrend yang lebih besar 1,7190-1,4564 di 1,5568. Bila upaya hari ini gagal  untuk melewati 1,5519 , akibatnya, kita dapat melihat penurunan pasangan menuju 200-DMA di 1,5420. Pada upside, penembusan di atas 1,5519 bisa menggeser risiko dalam mendukung kenaikan lebih lanjut ke 1,5568.

Sumber : FXStreet

Untuk investor 
Silahkan di cek email dan Google drive nya disini , Semoga selalu mendapat jalan yang terbaik bulan depan
* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)

FEEL FREE FOR SHARE

11 November, 2014

Sempat Terhuyung - huyung di Berita NFP

Jumat minggu lalu, sempat duduk gemetar menanti NFP. Posisi ada di bawah dan kondisi berita tidak positif untuk USD. Tapi untung saja bisa di cover dengan kesabaran dan kasih sayang ( ah..ngelantur lagi). 


Ditutup dengan posisi positif 3 level dan negatif 7 level, terbayarkan di jam 3 sore di hari Senen. 2 hari yang melelahkan 

Untuk investor 
Silahkan di cek email dan Google drive nya disini , Semoga selalu mendapat jalan yang terbaik bulan depan

* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)


FEEL FREE FOR SHARE


Suksma 
@MSA

30 October, 2014

Tappering Paman SAM akhirnya diberlakukan

USD Dollar VS Poundsterling
QE yang sebagian besar merupakan berkah tersendiri, akhirnya diputuskan dihentikan. Selama 6 tahun Masyarakat di suguhkan dana murah meriah, sehingga Emerging Market pun mendapat cipratan dana segar.  The FED sudah memberikan sinyal Tappering akan dilakukan di tahun depan, dan secara komulatif Pasar Dunia akan konsolidasi di 5% - 15%. Namun secara jangka panjang, pergerakan ekonomi dunia akan mengalami peningkatan dikarenakan Paman SAM sudah dianggap sembuh dari sakitnya. Untuk perusahaan yg bergerak di Komoditas akan menemukan titik balik setelah 2 tahun " Mati Suri ". Untuk perbankan kemungkinan akan mengalami kesulitan Likuiditas, sehingga saya sangat setuju apabila beberapa Bank Besar "kimpoi" jadi satu. Ini sudah dilakukan di Malaysia, 2 bank sudah melebur jadi satu Bank Besar dengan Likuiditas yang besar pula.

IHSG Koreksi ringan
Pernah di tahun 2011 - 2013 Rupiah bertengger di Rp 8.000 - Rp 10.000 VS USD, nilai yang sangat rendah pada saat ini. Kemungkinan kedepan Rupiah akan menunjukkan Harga Fundamentalnya di Rp 11.500 -12.500. Kita tidak mungkin mendapatkan nilai tukar yang rendah di bawah Rp 9.000, kecuali ada perubahan signifikan di 5 thn pemerintahan Jokowi - JK. Semoga beliau bisa membuat terobosan baru untuk memberikan obat kuat untuk Uang Garuda kita. 

Masih dengan Greenback, kemungkinan 1 bulan kedepan akan lebih perkasa dari semua mata uang dunia, disebabkan pasar akan melakukan konsolidasi atas efek Tappering yang akan diberlakukan tahun depan. Suka tidak suka, harus dijalankan !!!

Untuk investor 
Silahkan di cek email dan Google drive nya disini , bulan ini cukup lumayan Return yang diperoleh. Semoga selalu mendapat jalan yang terbaik bulan depan

* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)

FEEL FREE FOR SHARE

Suksma 
@MSA

29 October, 2014

Posisi Pound lebih baik saat ini

Masih berkutat di area 1.580 - 1.600, Poundsterling masih punya kekuatan pulback melindas USD.
Menunggu kepastian FED yang akan melalukan Teppering di bulan depan, saham dan Forex mondar - mandir di Area Support dan Resisten yang sama.
Tapi sepertinya USD akan kembali menguat apabila Teppering jadi di berlakukan bulan depan. Kalau bener Tappering diberlakukan bulan depan, siap - siap IHSG dan Rupiah babak belur lagi. Jadi bukan faktor internal yang mempengaruhi, pasar harap - harap cemas dengan kebijakan Tappering FED. Mudah-mudahan The FED ga meng PHP kita semua


Untuk investor 
Silahkan di cek email dan Google drive nya ya, bulan ini cukup lumaya Return yang diperoleh. Semoga selalu mendapat jalan yang terbaik bulan depan

* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)

FEEL FREE FOR SHARE

Suksma 
@MSA

13 October, 2014

Greenback masih menguat kesemua Mata Uang Dunia

Terjawab khan kenapa Rupiah Anjlok ke level Rp 12.200 -an, jadi sebenernya bukan sepenuhnya karena faktor Politik di Indonesia ( mungkin 20% aja ). Sebenernya sih memang secara Global sedang menunggu kenaikan suku bunga FED. 
Hampir semua mata uang dunia mengalami pelemahan terhadap USD. Secara global sedang antisipasi penyesuaian.
Untuk Rupiah berkisar anara Rp 11.500 - Rp 12.500 , semoga bisa lebih rendah lagi. 

Untuk rekan2 yang masuk sebagai Investor , silahkan di cek investasinya : 
Sementara dalam kondisi tidak menentu baru bisa beri Return 4% dulu ya.....

* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)

FEEL FREE FOR SHARE

Suksma 
@MSA