Hanya ingin mengisi waktu dan indahnya berbagi

Showing posts with label Adat. Show all posts
Showing posts with label Adat. Show all posts

15 May, 2016

Cara mendapatkan Anak Laki dan Perempuan menurut Hindhu

Begini Cara Mendapatkan Anak Laki - Laki Atau Perempuan Menurut Hindu


Tujuan utama dari sebuah perkawinan salah satunya adalah untuk memperoleh keturunan guna meneruskan garis keturunan kita. Dalam Hindu juga dikenal cara mendapatkan anak laki atau perempuan dalam ajaran Hindu. Ketika pasangan suami istri memproses pembuatan anak maka perlu diperhatikan waktu - waktu yang dibenarkan atau dibolehkan dan yang dilarang oleh ajaran agama Hindu dalam rangka mewujudkan keinginan punya anak laki atau perempuan. Posisi tubuh atau gaya bermain sangatlah penting diperhatikan terutama untuk pasangan yang mengalami kesulitan punya anak. Namun, Weda sejauh ini belum mengatur hal - hal tersebut.
Memahami waktu yang dilarang dan dibenarkan sangat diperlkan bila ingin mendapatkan anak suputra sadhu gunawan,karena lontar Pamedasmara menyatakan sbb: Yan asanggama ring istri wenang pilihan rahinane sane kinucapayu, riwekasan yan adue anak lanang istri pahalanya dirgayusa tur saidep warah yukti,tan angambekaken dursile, tan langgana, tuhu ring karya, bhakti ring guru. Mangkana kapanggih de sang aniti brata yukti.

Artinya: bila meggauli istri pada hari yang baik, maka bila nanti punya anak akan diperoleh anak yang panjang umur, penurut, tidak nakal, tekun bekerja, hormat pada guru atau orang tua. 

Itulah yang didapat oleh orang yang mampu mengendalikan diri dalam menggauli istrinya. 
Dibandingkan dengan Kitab suci Sarasamuccaya dan Pamedasamara, Veda Smrti tidak banyak menetapkan hari – hari terlarang. Misalnya dalam Weda Smrti III. 45-47 hanya menetapkan larangan menggauli istri pada saat menstruasi yang lamanya lebih kurang empat hari dan purwani yaitu sehari sebelum purnama atau sehari sebelum tilem. Khusus untuk kaum brahmana, agar tetap terjaga kesuciannya dilarang menggauli istri pada bulan purnama (poornima) dan pada hari pertama, kedelapan dan keempat belas setelah bulan mati ( tilem/amavasya). (Weda Smrti IV. 128)

Buku Suci Sarasamuccaya Sloka 225 menetapkan hari terlarang untuk kaum brahmana lebih banyak yaitu pada bulan purnama ,tilem, hari kedelapan dan keempat belas setelah tilem maupun setelah pernama.

Rontal Pamedasmara menetapkan hari terlarang lebih banyak lagi dan berlaku untuk umum kepada siapa saja yaitu; purnama, tilem, purwani, hari wetonan, kala ngruda, kala mrtyu, minggu wage, selasa paing, selasa wage, rabu kliwon, kemis pahing dan sabtu kliwon.

Begitu juga cara mendapatkan anak itu laki dan atau perempuan, Veda menandaskan beberapa hal seperti dalam Veda Smrti III.48 memberikan petunjuk: Bila ingin mendapatkan anak laki berhubunganlah pada hari genap, bila ingin anak perempuan campurlah pada hari ganjil. 

Catatan: Tanggal satu ganjil dihitung saat mulai menstruasi.

Dalam kedokteran modern pun juga dikenal cara untuk mendapatkan anak laki - laki ataupun perempuan. Seleksi jenis kelamin tersebut melalui teknik rekayasa genetik adalah cara yang paling tepat dan akurat, namun cara ini relatif mahal. Berikut ada beberapa tips sederhana mendapatkan jenis kelamin anak sesuai keinginan kita :

Bila ingin mendapatkan anak laki-laki: Bilaslah kemaluan sesaat sebelum berhubungan intim dengan larutan alkalis yang dibuat dari 2 sendok teh baking soda yang dicampurkan kedalam segayung aqua. Lakukan hubungan intim pada saat atau menjelang ovulasi. Usahakan supaya istri lebih dulu orgasme bila mungkin orgasme beberapa kali, sebelum pihak laki ejakulasi. Arahkan sperma sedekat mungkin dengan dengan mulut rahim. Perbanyak makan makanan yang mengandung kalium, natrium misalnya daging, jeruk,pisang,air kelapa, kentang, garam . 
Bila ingin anak perempuan : Bilaslah kemaluan sesaat sebelum berhubungan intim dengan larutan bersifat asam yang dibuat dari 1 sendok cuka putih dicampurkan kedalam segayung aqua hangat. Lakukan hubungan intim pada kira-kira 4 pertama setelah ovulasi. Usahakan supaya istri menunda orgasme ketika pihak laki sudah ejakulasi. Semprotkan airmani dekat pintu vagina jauh dari mulut rahim. Pasangan suami istri harus banyak makan makanan yang mengandung kalsium, magnesium misalnya: susu, yogurt, kacang-kacangan, dan sayur, serta mengurangi makan garam. 

Itulah tips sederhana untuk mendapatkan anak laki atau perempuan menurut Hindu. Silahkan mencoba dengan tetap senantiasa memohon perkenan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga suksess.

Disadur dari sumber : Berita Hindu

06 July, 2013

Persembahyangan ke Pura Windu Sara Karangasem




" Terlihat menjulang Lempuyang Luhur ada disebelah kiri kita, udara sangat sejuk asli pegunungan. Tidak terlihat lalu lintas dijalanan yang pengap dan krodit. Asri sekali lingkungan di sekitarnya. Saya melihat di kanan kiri jalan terlihat Kebun Cengkeh dengan buah yang siap dipanen. Aromanya sangat khas, sangat saya sukai, bau tanah dan bau kuat cengkeh yang bersatu memberikan warna yang sangat fantastis.

Kami sekeluarga Semeton 14 ( keturunan 1 kakek / semisanan ) sudah mempersiapkan diri untuk naik ke Pura Windusara. Jalan setapak dengan batu - batu kali yang disusun rapi berbentuk anak tangga membantu kita semua melangkah. Terlihat lumut menutupi anak tangga yang menyebabkan jalan sangat licin. Dengan rata - rata berat badan kami yang "over weight" terpaksa harus ekstra hati - hati. Kita sudah berfikir kalo sampai gak kuat jalan, kita bakalan ditinggal, nah wong bawa diri sendiri saja udah babak belur, apalagi disuruh gendong orang lain ..... :)

Anggita saya gendong di pundak, supaya memudahkan untuk naik ke atas, Wibhatsu sudah lari - lari sendiri dan Nayottama saya tinggalkan di parkiran bersama mbak'nya. Ibunya anak - anak dikepala, tangan kanan dan kiri penuh dengan banten, tipat dan canang. Jadi lengkap sudah perjalanan ke atas.

Sebenarnya tidak jauh perjalanannya, tapi yang bikin kita ngos- ngosan jalannya itu menanjak tanpa ada datar - datarnya. Asap rokok yang ada  didalam ditubuh dipompa keluar, pori - pori terbuka lebar sehingga keringat keluar segar dari seluruh tubuh.

Dihitung semua Pejati dan Banten untuk yadnya diatas, kebetulan kami semeton 14 sudah bagi  bagi tugas. Tiap bulan kami melakukan Arisan Tirta Yatra ke beberapa Pura di Bali ataupun di luar Bali. Ada rencana Tanggal 6 Juli 2013 ini akan Tirta Yatra di Pura Kepasekan Solo.


Sementara perlengkapan sudah siap, Pak Jero Mangku sudah siap juga, kita mulai berjalan di jalan setapak. kemudian kita masuk di pura pertama, untuk meminta restu dan ijin supaya kita selalu diberi jalan yang terbaik.

Perjalanan kita lanjutkan di pura ke dua. Kami bersembayang khusuk untuk memohon pengampunan ada kesalahan - kesalahan yang pernah kita lakukan. Kita dibawa kembali pada perilaku kita yang terdahulu. Senang, sedih, susah, gembira berbaur di dalam hati masing - masing. Sangat khusuk dan "Taksu" Pura yang begitu mempengaruhi suasana hati kami. 


Setelah persembahyangan di Pura ke dua, kami melanjutkan perjalan ke Mata Air di atas untuk melakukan proses pengelukatan. 

Semua personel sudah melakukan Pembersihan diri melalui pengelukatan di Mata Air Pura Windusara. 
Kami bersembah sujud supaya selalu diberikan penerangan hidup bagaikan sebuah lentera yang menerangi di Malam Hari.

Oum Awignam Astu Ya Namah Sidham


Mau liat Videonya ? Click here 




Suksma
@MSA



05 July, 2013

Pengabenan semeton...




Selisih umur kami memang terpaut cukup jauh, mungkin sekitar 10-12 tahun lebih muda dari saya. Tapi Tuhan mungkin memiliki rencana lain, baik untuknya dan keluarga yang ditinggalkan. Sakit yang cukup berat "Kanker Darah" atau Leukima telah menutup perjalanannya. Semoga semua kebaikan dan amalnya selama ini di terima oleh Ida Shangyang Widhi Wasa.

Semoga Ibu dan Bapaknya selalu kuat untuk menerima semua ini. Saya pun sebagai ayah dapat merasakan hal ini. Tidak mudah menerima sesuatu yang menyakitkan, tp begitu mudah melupakan sesuatu yang indah....

Selamat Jalan Agus.


Suksma
@MSA
Mau Liat Videonya ? Click here