Ikan Sidat atau Unagi atau Kulen atau Eel atau Moa atau

Posted by I Made Surya Adnyana on 8:12 PM with No comments
Ikan Sidat 

Masih sedikit orang yang tahu apa itu sidat. Di setiap daerah namanya memang berbeda-beda. Ada yang
Ikan Sidat
menyebutnya ikan masapi (Bugis), ikan moa (Betawi), ikan lubang (Sunda), ikan pelus (Lampung), Kulen (Bali) dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.

Jenis Sidat

Sidat Bicolor
7 dari 18 jenis sidat di dunia terdapat di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Bicolor adalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang. 

Sementara itu jenis sidat lain yang yang tak kalah populer adalah dari jenis Marmorata. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso. Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan. 

Sidat Mamorata
Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir. 

Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir. 

Mungkin karena keterbatasan, pemijahan sidat masih terjadi secara alami yang membuat pembudidaya pembesaran sidat tidaklah banyak. Padahal ketersediaan bibit sidat di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam sekali memijah sidat bisa mengeluarkan hingga jutaan telur. Puncak berpijah sidat jenis Bicolor terjadi bulan Mei dan Desember, sedangkan Marmorata di bulan Oktober.

Unagi Kabayaki, Rahasia di Balik Kepintaran, Kekuatan, dan Ketangguhan Orang Jepang

Unagi Kabayaki
Orang Jepang dulu menguasai dunia dengan otot. Dengan kekuatan pasukan tempur dan senjata lengkap, banyak negara yg takluk di bawah jajahan mereka. Sekarang mereka menguasai dunia dengan otak, banyak negara yang memiliki ketergantungan pada teknologi yg diciptakan otak mereka.

Dari segi postur tubuh, orang Jepang dulu pendek2 seolah2 kurang gizi. Karena berpostur pendek dan kecil, bangsa ini dulu sering disebut bangsa “Kate” (pendek kecil). Sekarang, coba perhatikan mereka dari dekat. Banyak yang tingginya sudah melampaui tinggi orang bule sekalipun. Postur yang tinggi dan kuat.

Selain pintar dan berpostur gede, orang Jepang juga terkenal awet muda dan panjang umur, berkulit bersih, punya ketangguhan lebih tinggi dalam melawan berbagai penyakit, serta, berstamina tinggi.

APA RAHASIA di balik semua itu? Rahasianya ternyata Unagi Kabayaki alias ikan sidat (unagi) panggang yang merupakan makanan favorit mereka. Kabayaki adalah istilah umum jepang untuk makanan yang difillet, dibuang tulangnya dan dicelupkan ke dalam kecap manis- saus dasar sebelum dipanggang di atas panggangan.

Pepes Sidat
Ikan sidat (anguilla sp.) yang menjadi bahan utama pembuatan unagi kabayaki dan merupakan ikan asli Indonesia ini dulu banyak terdapat di Jepang (anguilla japonica). Karena menjadi konsumsi utama org Jepang, ketersediaan ikan ini di Jepang lama kelamaan makin berkurang. Mereka kemudian mengimpornya dari Cina. Tapi karena ikan sidat yang diimpor dari cina banyak mengandung magnesium, mereka kemudian memburunya di Indonesia yang merupakan salah satu negara yang mengandung populasi ikan sidat terbesar di dunia.

Ikan sidat sejak lama dikenal sebagai ginseng air”, “emas lunak” dan lain lain, terdapat catatan rincinya pada “Kitab Obat-Obatan Herbal China”, “Kumpulan Obat Ajaib China” dan catatan-catatan kuno lainnya. Ikan sidat dapat meninggalkan hidup di air, daya adaptasinya sangat kuat, dapat hidup di laut, juga dapat hidup di sungai, maupun air tawar.

Timbungan Sidat
Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya kandungan vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A masing-masing adalah 25 kali lipat, 5 kali lipat dan 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) merupakan 9 kali lipat susu sapi. Terutama beberapa tahun belakangan ini ditemukan bahwa ikan sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak, disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai.

Dagingnya yang tebal dan lembut juga kaya protein, kalsium, dan vitamin. Juga, mengandung asam lemak DHA dan EPA yang membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan menstimulasi saraf otak. Hal ini sejalan dengan konsep masakan Jepang yang cenderung memakai bahan segar dan sehat. Jika merasa loyo, mengonsumsi unagi juga dipercaya meningkatkan stamina.



Di sadur dari berbagai Sumber
(bersambung)
Reaksi:
Categories: , ,