Wis To...gak Rupiah Aja yang terpuruk, EURO lebih parah tuh...

Posted by I Made Surya Adnyana on 7:42 AM with No comments
Poundsterling VS USD - 05-09-2015

Kadang sedikit koreksi adalah hal wajar, jangan selalu menyalahkan Presiden. Lha wong pak SBY prisiden masih banyak yg salahin beliau, Jokowi Presiden masih juga banyak yg marah - marah. Trus yang mau jadi presidennya Sopo ? Jarwo ???? Kerja.. Kerja..Kerja... pesimis mlulu

(Tulisan dibawah saya Sadur dari Mailing List, dan saya bandingkan dengan data yang ada ..ternyata masuk akal)

Banyak para pengamat secara membabi-buta bilang Indonesia saat ini krisis. Pernyataan ini menyesatkan dan tidak fair. Jika alasan jatuhnya rupiah, naiknya harga barang, naiknya tingkat pengangguran serta pertumbuhan ekonomi melemah dijadikan dasar tuduhan bahwa saat ini Indonesia krisis maka itu tidak tepat. Harusnya kalimat yang benar: “Dunia terancam krisis, bukan Indonesia!”

Lihat lah secara jernih: Lha wong Indonesia baik2 saja. Negara lain jauh lebih terguncang. Dimana tergunjangnya Indonesia?
Ini tuduhan2 para pengamat yang menuduh Indonesia saat ini krisis:
  • Tuduhan harga barang melonjak dimana.
Coba lihat data inflasi dari BI, itu Inflasi masih normal. Mungkin anda hidup sebagai kelas menengah kota yang paling kena dampak penarikan subsidi BBM sehingga teriak semua serba mahal. Lha apakah masyarakat yang bawah yang mayoritas (dan serta tidak pakai Medsos) merasa juga barang mahal? Faktanya data inflasi BI masih normal.

Data Inflasi 5 tahun terakhir: saat Agustus 2010 inflasi itu kira 6,2%. Saat ini inflasi sekitar 7,2%. Range inflasi di Indonesia normalnya itu antara 4-8%. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?
  • Tuduhan Rupiah yang dituduh keok terhadap USD.
Rupiah memang jatuh tapi kejatuhan rupiah masih normal dibandingkan negara-negara lainnya. Lihat perbandingan kejatuhan rupiah terhadap USD dibandingkan mata uang lainnya.
Mata uang Rusia, Brazil, Turki, Meksiko, Malaysia, Eropa dalam Euro, Skandinavia, Kanada, Jepang, Korea Selatan itu lebih terpuruk dari pada rupiah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?
  • Tuduhan Tingkat pengangguran yang tinggi dan PHK meledak.
Sampai saat ini dari data statistik yang paling aktual (memang data bulan Juli 2015 belum ada), tingkat pengangguran Indonesia itu relatif rendah dibandingkan tingkat pengangguran negara-negara lain. Turki, Brazil, Kebanyakan Eropa apalagi Spanyol dan juga Perancis, Australia, Belanda, Kanada itu tingkat penganggurannya lebih tinggi dari Indonesia.
Selain itu trend tingkat pengangguran Indonesia turun. Paling tidak jika pertengahan 2014 tingkat penganggurannya 5,94 maka pada awal 2015 turun menjadi 5,81%. Sementara pernah diawal Januari 2010 tingkat pengangguran kita itu pernah 7,87%. Jadi tingkat pengangguran kita masih normal apalagi jika dibandingkan negara lainnya malah tingkat pengangguran Indonesia cukup moderat rendah. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?
  • Tuduhan pertumbuhan ekonomi yang turun tidak mencapai target.
Benar tingkat pertumbuhan ekonomi kita dilakukan koreksi dibawah target yang dicanangkan. Hanya saja saat ini seluruh dunia juga pertumbuhannya turun. Jika dibandingkan dengan negara G-20 masih masuk 3 besar terbaik hanya dibawah India dan China. India pertumbuhan ekonomi pada kuartal awal 2015 7,5%, sedangkan Cina 7,0% dan Indonesia 4,8%.
Sementara negara-negara besar G-20 lainnya dibawah Indonesia pertumbuhannya. Untuk lebih fair negara-negara yang sama-saam berkembang seperti Brazil, Turki, Korea Selatan, Mexico, Argentina, itu semua pertumbuhan ekonominya dibawah Indonesia. Meskipun trend pertumbuhan kita relatif turun tapi banyak negara lain selain trendnya turun juga pertumbuhannya lebih rendah dari Indonesia. Jadi dari mana datang logika Indonesia saat ini krisis?

KESIMPULANNYA:

  1. Inflasi: Dalam data inflasi di Indonesia itu inflasi diatas 8% beberapa kali sering terjadi. Saat ini inflasi masih dibawah 8%. Rate rata2 inflasi kita itu normalnya antara 4-8% rentangnya.
  2. Kecuali mata uang rupiah memang itu saat ini lebih jelek sejak pasca krisis 98. Sejak pasca krisis 98 memang baru kali ini pernah menyentuh 14.000. Titik ini perlu diwaspadai tapi tidak perlu panik menganggap kita sedang krisis.
  3. Pengangguran itu angka diatas 2 digit pernah terjadi. Saat ini cuma 5% alias setengah digit! Jadi, sampai hari ini lonjakan pengangguran masih dalam katagori normal.
  4. Pertumbuhan Ekonomi, ini bukan pertumbuhan Ekonomi buruk buat Indonesia pasca reformasi. Memang turun tapi tidak buruk karena kita pernah beberapa tahun tumbuh sekitar 3-4% saja.
Tapi jika ada para pengamat yang menuduh kita ini kena krisis maka itu bukan pengamat melainkan provokator! Data-data yang relevan menunjukkan kinerja ekonomi kita jauh lebih baik dibandingkan dari banyak negara lainnya.

Sebaiknya tindakan para provokator dengan gaya mengatasnamakan masyarakat agar menimbulkan kepanikan harus kita lawan bersama dengan logika dan data yang benar.

Indonesia ini berada dalam track yang benar. Pembangunan berbagai infrastruktur digalakkan, perang terhadap para mafia digalakkan, berbagai pembenahan dilakukan. Ini semua butuh waktu sehingga kita sebagai bangsa bisa memetik hasilnya. Tentu saja kritik harus dilakukan demi membuat pembangunan ini semakin baik.

Tetapi jika saat kita membangun justru diganggu oleh agitasi massif dari para provokator atas nama kepentingan kelompoknya baik kelompok politik atau malah suruhan para mafia yang bisnisnya saat ini sedang diperangi oleh pemerintah, maka adalah tugas kita bersama untuk melawan para provokator yang sering sekali memberikan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan.

Salam 
@IMSA

Reaksi: