CPO masihkah menarik ?

Posted by I Made Surya Adnyana on 7:13 PM with No comments
Index Agri 20-08-2015

Masihkah menarik untuk perusahaan penghasil Crude Oil Palm ?
Mengapa bisa tidak menarik ? 

  1. Harga Minyak Dunia sudah di bawah $50 per barel,sebelumnya harga minyak selalu diatas angin  diatas $120 per barel.
  2. Harga minyak dari hasil bunga matahari dan kedelai masih cukup murah di pasaran dunia
  3. Black Campign dari negera penghasi minyak Bunga Matahari dan Kedelai yang memberikan informasi bahwa perusahaan - perusahaan penghasil CPO (minyak sawit) tidak ramah lingkungan. 
Dari tiga alasan diatas saja sudah membuat kita berfikir berkali-kali untuk membeli perusahaan yang berbau Minyak Sawit. Tapi tunggu dulu, ada alasan lain yang bisa kita sedikit berfikir untuk memegang saham perusahaan sawit ini.
  1. Kelapa sawit adalah produk terbarukan, jadi secara kapasitas akan berkelanjutan. Asalkan perusahaan itu memiliki pohon sawit muda dan regeneratif. Silahkan pilih perusahaannya.
  2. Tahun 2015 pemerintah mengeluarkan keputusan untuk menggunakan minimal 15% Bio solar dari CPO. Hanya dengan penggunaan 15% CPO untuk Bio Solar saja perusahaan Kelapa Sawit sudah mendapat kontribusi penjualan 10% - 20% kas mereka.
  3. CPO yang ada di Indonesia 45% adalah milik petani dan plasma perusahaan, jadi secara ekonomis sangat membantu petani di dalam negeri (masih idealis nih)
  4. Masalah harga minyak dunia, saya rasa ini kepentingan Politik tingkat tinggi (yang saya sendiri tidak paham), bahwa anggota OPEC sangat menginkan ongkos produksi selama ini sangat tinggi (diberlakukan oleh "perusahaan besar" Amerika) dipaksa untuk menurunkan Operasional Cost mereka. Ditambah Iran sudah terbebas dari Embargo Ekonomi setelah menanda tangani kerjasama Nuklir dengan Eropa dan USA. 
Jadi kalau menurut saya, perusahaan penghasil CPO masih sangat menarik untuk dikoleksi dalam waktu jangka menengah ( 2-3 tahun ke depan). Saat ini valuasi emiten CPO sudah Undervalue. 
Sementara yang bisa dilihat saham CPO :
  • AALI
Saham milik Anak perusahaan Astra Internasional ini sudah cukup rendah dibandingkan sesama perusahaan yang bergerak di Kelapa Sawit. Group ini sangat saya sukai karena memiliki Management yang sangat "friendly" terhadap investor retail. Saatnya membeli disaat sudah murah 
AALI 20-08-2015
  • LSIP
Sama halnya dengan AALI, LSIP memiliki menagement yang cukup solid dalam menjalankan perusahaan. Namun memang keadan harga CPO dipasaran yang mengakibatkan saham ini terjerembab dan harus memangkas operasional perusahaan habis - habisan.
LSIP 20-08-2015

  • BWPT
Sempat menjadi bulan - bulanan kemarahan Investor Retail akibat management Right Issue setengah harga, namun kemudian ada sedikit harapan disaat Goup Rajawali menjual 60% saham yang meraka pegang ke Felda Global Ventures Berhad (FGV). Asal tahu saja, FGV memiliki enam bisnis utama yakni kelapa sawit hulu dan hilir, karet, gula, riset dan pengembangan jasa agri, transportasi, logistik dan pemasaran. FGV beroperasi di 10 negara di Asia, Amerika Utara dan Eropa. Akhir tahun lalu, Rajawali mengakuisisi BWPT di harga Rp 400 per saham melalui skema right issue
BWPT 20-08-2015
Akhirnya semua analisa dan prediksi selalu diakhir dengan keputusan masing -masing pelaku. Jadi pertimbangkan sebaik mungkin uang anda !

Untuk investor 
Silahkan di cek email dan Google drive nya disini , Semoga selalu mendapat jalan yang terbaik bulan depan
* Ini hanya untuk sharing uneg-uneg, bukan untuk Rekomendasi Jual / Beli. Jangan coba di rumah sendirian kalau tidak pakai pengaman ! Saya tidak bertanggung jawab atas hasil yg diperoleh, baik untung maupun rugi, karena sudah jadi rejeki masing - masing :)

FEEL FREE FOR SHARE


Suksma 
@MSA
Reaksi: