Pemindahan dari Wick ke NFT

Posted by I Made Surya Adnyana on 9:17 PM with No comments

Selama dua minggu ini, saya sudah mencoba untuk menggunakan system Hidroponik Wick. Memang sih kangkungnya tumbuh bagus, tapi kok kurus - kurus ya. 
 
Saya coba googling kelebihan dan kekurangan hidroponik dengan system WICK. Memang wick ini sytem yang paling murah dan sederhana, namun kekurangannya adalah air tidak mengalir sehingga pupuk mengendap di dasar media. Kekurangan lainnya adalah nutirisi hilang tidak bisa kembali.

Dari internet juga saya mencoba cara Semi NFT (Nutrient Film Technique ). Jadi bukan full NFT lho ya.... tapi semi NFT

Kok semi NFT sih ?
Media Talang tidak terus menerus dialiri air + pupuk. Air mengalir pada pagi hari sampai sore hari saja. Bila Pompa Air dimatikan, air + pupuk masih tersisa 3mm dari permukaan talang air. Dasar pot akan tetap terendam air + pupuk, dan akar tanaman tetap mendapatkan nutrisi walaupun air tidak mengalir pada talang air
Saya ikutkan anak - anak dalam proses pemindahan media tanam wick ke NFT. Mereka sih senang - senang aja, cuma memang malah jadi amburadul pindahannya (namanya juga anak - anak). Tapi bukan itu pointnya, yang penting mereka bisa ikutan proses tumbuh kembang tanaman kangkung. Minimal mereka tahu sebuah proses dibutuhkan untuk bisa hidup dan berkembang. 

Sebelumnya peralatan sudah saya siapkan, media tanam dan talang air sudah saya bersihkan supaya tidak ada kotoran dan sumbatan air. Talang saya bersihkan berkali - kali supaya lem pipa hilang  dari pipa.

Kemudian proses pengisian nutrisi pada ember 30 lt, dan pupuk ABMix 1:7:7. Untuk memompa air, saya menggunakan pompa aquarium 35 watt. 

Proses pengairan sudah dilaksanakan sesuai dengan keinginan, dan saya biarkan aliran air selama kurang lebih 30 menit supaya air dan pupuk benar - benar tercampur dengan baik.

Untuk pot tanaman, saya menggunakan Gelas Air Mineral yang sudah dilubangi. Lubang pot bertujuan untuk aliran air dan tumbuh kembang akar tanaman. 
Agar tanaman tetep berdiri tegak, saya menggunakan serpihan - serpihan batu bata diatara rockwoll tanaman. Serpihan batu bata saya pakai dengan asumsi memiliki pH yang netral (6,5), sehingga sangat cocok untuk tumbuh kembang akar tanaman. 

Setelah siap, satu persatu bibit saya masukkan ke dalam lobang talang air yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jarak lubang talang air sekitar 15 cm. Dengan asumsi 1 deret talang air berisi 20 lubang, maka dengan 5 tingkat talang air, saya memiliki 100 lubang media tanaman Hidroponik. Cukup banyak untuk ukuran tempat 4 x 3 meter persegi.

Pengisiian bibit tanaman di  talang air saya lakukan secara bertahap setiap 2 minggu sekali. Proses pembibitan akan dimulai pada minggu ke 2 dan ke 4 tiap bulan. Bibit yang ditanam rencananya kangkung, bayam, selada, dan pakcoy. Dengan pembibitan setiap 2 minggu sekali, saya berharap bisa panen secara berkesinambungan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat - lihat foto yang saya sertakan disini....
Semangat Selalu 
@MSA







Reaksi:
Categories: ,